Hari ini walaupun sudah panas-panasan naik motor dari
BSD menuju Ciputat, kemudian disusul badan yang kian kemari makin lemas akibat
semalam tidurnya cuma tiga jam setelah sebelumnya cukup banyak melakukan
kegiatan yang melelahkan. Melihat kawan-kawan dan adik-adikku dari Sulawesi
yang begitu bersemangat dan penuh antusias untuk beli buku di JakBook (area
Pasar Senen), lelahku dan lemas badanku terkikis terganti rasa penuh gembira. Rasa gembira itu benar-benar men-sirna-kan segalanya,
seakan-akan aku tidak pernah lelah dan melakukan kegiatan sebelumnya. Sungguh.
Sebagai maklumat, aku adalah orang -yang tidak tau
mengapa- sangat menaruh respek dan kagum bagi mereka yang cinta dan senang
bersama buku. Misalnya, seperti di KRL. Aku cukup sering menyaksikan
pemandangan yang menyejukkan mata. Di sana terlihat orang yang sedang duduk
asik ‘bersenggama’ dengan buku walau dalam kondisi yang berdesak-desakkan. Itu
benar-benar amat menyayat hati dan membuatku bermuhasabah. Apalagi kalo itu
dilakukan oleh orang tua. Aku auto (langsung) membandingkan dengan diriku yang
masih muda, namun sering malas dan kurang membaca buku. Aku iri. Iri dengan
orang tua seperti itu yang walau sudah senja tetap saja rajin memperluas
wawasan.
Di luar itu, panaroma semacam itu benar-benar membangun
optimisme dalam diriku bahwa walau Indoesia menempati posisi sebagai negara dengan
tingkat literasi terendah, ternyata masih ada orang-orang yang selalu giat
menggelorakan semangat membaca. Bukan dengan memerintah, tapi dengan hanya berdiam
diri seperti di atas. Itu sudah cukup untuk menginspirasi.
Dan sebagai lanjutan maklumat, karna dikenal sebagai
orang yang senang baca buku, aku amat sering diberi pertanyaan tentang bagaimana
cara supaya kita bisa suka dan senang baca buku? Setiap kali diberi pertanyaan
begini, aku biasanya hanya memberi jawaban normatif dan sederhana seperti ini:
Coba identifikasi diri kita dulu. Kita sebenarnya
senang dengan buku genre apa. Buku motivasi, novel ataukah nasehat-nasehat
kehidupan? Hal itu kembali ke diri kita masing-masing. Karna kitalah yang paling
tau soal diri kita. Tidak usah langsung loncat membaca buku-buku yang berat. Tapi
mulailah dengan hal ringan terlebih dahulu. Karna setiap pembaca buku berat
yang kita liat sekarang adalah pembaca buku ringan dulunya. Aku misalnya, dulu
ketika pertama kali baca buku, aku memulainya dengan buku motivasi karangan
Solikhin Abu Izzuddin, judulnya ‘Zero To Hero’. Jadi tidak usah minder baca
buku ringan. Bacalah dulu. Entar kalo udah terbiasa, baru sedikit demi sedikit
coba merangkap ke buku berat. Intinya nikmatilah prosesnya.”
Sesederhana itu aku memberikan trik dan tips agar jatuh
cinta pada membaca. Karna aku percaya, sebagimana kata Najwa Shihab (Duta Baca
Indonesia), bahwa seseorang itu hanya perlu satu buku untuk jatuh cinta pada
membaca. Makanya temukanlah buku itu, yakni buku yang kamu senangi. Dan mari
jatuh cinta.
Senen, 3
November 2019

0 Comments