Beberapa hari ini begitu viral di IG
(instagram) cerita tentang wanita yang merasa tersakiti dan remuk hatinya usai
mengetahui kalo suaminya ternyata sudah menikah lagi dengan wanita lain. Atau
sederhananya, dia dimadu. Dan itu dilakukan tanpa sepengetahuannya,
apalagi meminta izin kepada dirinya. Cerita ini oleh wanita itu diberi judul
‘layangan putus’.
Sebagai maklumat, peristiwa ini
memang sering terjadi (meskipun gak bisa ditolerir). Gak tau mereka nemu
dan belajar di mana, mereka mengatakan ada hadis yang menyebutkan kalo seorang
suami hendak berpoligami, tidak perlu untuk meminta izin dari istri pertama.
Hadis inilah yang dipegang oleh mereka dan mungkin juga oleh suami wanita di
atas.
Entah sohih (valid) atau tidaknya
hadis ini. Gua masih kurang tau. Gua belum coba untuk meng-crosscheck-nya di
kitab-kitab hadis yang mu’tabar (terkenal), kemudian melihat kualitas hadisnya
dari para pentakhrij (peneliti) hadis. Namun yang jelas, ini adalah tindakan
yang menyayat hati bagi seorang perempuan.
Sehingga kadang gua berpikir, apakah
Tuhan begitu tega menyakiti hati para wanita dengan mengadakan syariat semacam
itu? Dalam hati yang terdalam, gua berpikir itu gak mungkin. Itu paling hanya
akal-akalan manusia saja yang ingin nafsu birahinya mendapat ‘stempel’ kebolehan
dari Tuhan.
Gua mencoba memahami kondisi
psikologis sang wanita melalui cerita yang dibagikannya. Dia mengatakan bahwa
suaminya adalah sesosok laki-laki yang begitu dia idamkan. Taat beribadah dan
rajin ikut ke kajian.
Belum lagi kisah yang katanya takkan
pernah ia lupakan. Pernah suatu kali dia bersama suaminya betul-betul kekurangan
uang. Yang tersisa hanyalah sepuluh ribu. Mereka membeli dua nasi jinggo yang
satunya seharga empat ribu. Tapi setelah dibuka, ternyata nasinya udah basi. Dan
suaminya tampak kecewa karna tak mampu memberi makanan yang layak kepada sang
istri. Akhirnya sisa uang yang dua ribu dibelikan gorengan dan diberikan
kepadanya. Kata wanita itu, ini adalah satu-satunya makanan yang masuk ke dalam
perutnya. Romantis sekali, katanya.
Cuma apalah daya, kayu sudah jadi
abu. Itu tinggal kenangan yang mungkin hanya mengingatkannya bahwa ia juga pernah
bahagia dengan mantan suaminya. Kini ia sudah sakit hati dan memilih untuk
bercerai. Soalnya dia udah gak mampu lagi.
And the last, lewat kisah 'layangan
putus' ini, para wanita sebenarnya ingin diingatkan agar berhati-hati dgn akhi-akhi
kajian.
Jujur, gua itu kalo lewat depan
tempat kajian kemudian liat akhi-akhi yang ikut di dalamnya, aura mukanya itu
lho. Kayak orang-orang haus poligami (meskipun gak semua).
Kenapa pilih tempat carinya di
kajian? Yaa karna mereka yakin kalo ukhti-ukhti kajian itu pasti rela dan ikhlas
dipoligami. Soalnya mereka (ukhti) punya keyakinan kalo mereka pasti akan
dihadiahi surga kalo terima dipoligami.
Sebagai penutup, gua ingin berdoa
semoga kalian para wanita dihindarkan dari suami seperti itu.
Aamiin…. Aamiin….

0 Comments