Kalian udah tau belum?
Di Jepang itu ada sebuah tradisi dan
kemudian jadi kebijakan setiap perusahaan yang ada di sana. Di mana setiap
pekerja perempuan yang hamil dan kemudian melahirkan, itu diberi waktu cuti
selama 5 tahun.
Kenapa diberi waktu cuti sepanjang
itu? Alasannya gak biasa dan sangat
mengagumkan. Yaitu dengan harapan agar seorang wanita atau ibu bisa mengawal
dan membersamai proses pertumbuhan dan perkembangan sang anak.
Tujuannya adalah demi pendidikan
anak. Bukan karna ingin memperlemah peran perempuan dalam ranah publik.
Itu aslinya gak mengherankan. Karna
Jepang sejak dulu memang udah dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki
perhatian tinggi terhadap pendidikan dan kualitas SDM (sumber daya manusia)-nya.
Karna secara mereka gak seberuntung kita yang punya SDA (sumber daya alam) yang
melimpah-ruah.
Selain di Jepang, ada juga loh
kebiasaan yang serupa dgn hal itu di Korea Selatan. Di sana, bapak-bapak sering
merasa kesepian di rumah setelah abis pulang bekerja. Karna istri-istri mereka
sedang gak berada di rumah
Tau gak ke mana mereka pergi? Bukan
foya-foya dan keluyuran di Mall yaa sebagaimana kebiasaan ibu-ibu kita di
Indonesia (meskipun tidak semua, tapi rata-rata).
Semua mereka itu gak ada di rumah
karna mereka sedang pergi ke luar negeri untuk menemani anak-anak mereka
belajar bahasa Inggris, terutama di negara yang terkenal dgn english
speaking countries. Mantap sekali bukan?
Hal semacam itu disengaja. Karna
seperti yang kita tau, Korsel kan dikenal sebagai salah satu negara yang suka
mengekspor produk-produk mereka ke negara-negara lain yang merupakan mitra
dagangnya. Nah, dengan mendidik anaknya pintar berbahasa Inggris, itu
diharapkan agar anak-anak bisa membantu negara dalam melakukan pemasaran
terhadap produk-produk itu tadi dgn bahasa Inggris yg udah mereka miliki.
Selain di samping itu agar anak-anak mereka juga memiliki wawasan global, yakni
tidak terbatas pada negaranya sendiri, tapi juga dunia secara luas.
Jujur, ketika membaca dan mengetahui
hal di atas gua begitu takjub dan juga sekaligus sedih;
Takjub karna dengan begitu perempuan
betul-betul menjadi tonggak bagi berdirinya peradaban dan kemajuan bagi sebuah bangsa
dan negara. Dan slogan ulama kita bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak
itu betul-betul diaplikasikan di sana.
Sementara di Indonesia? Hal semacam
itu sayang belum benar-benar diaplikasikan. Inilah yang membuat gua sedih.
Ibu-ibu kita udah tertipu dan terpedaya dgn modernitas. Mereka udah mulai sibuk
gadget-nya masing-masing dan malah juga ikut-ikutan narsis di FB serta media
sosial yang lain. Sedih :(

2 Comments