Oleh: Lauru Egia
Semakin banyak waktu yang kamu
habiskan dengan Al-Qur’an maka semakin banyak pula rahasia dan harta tersimpan
yang diberikannya kepadamu, dan setiap orang yang melaziminya akan dibukakan
untuknya pintu dari pintu-pintu memahami Al-Qur’an dan petunjuknya.
Bertanyalah kepada para penghafal
Al-Qur’an tentang kenikmatan ketika membaca Al-Qur’an di depan guru mereka.
Sang guru akan bangga denganmu ketika
melihatmu bersungguh-sungguh, tetapi apabila dia melihatmu bersedih, maka dia
akan memegang hatimu dan mendoakannya.
Menyendiri......
Sebagian dari manusia menganggapnya
adalah penyakit psikologi yang membutuhkan terapi. Dan bagi penghafal Al-Qur’an
hal itu adalah kenikmatan yang membuat mereka meninggalkan keramaian manusia.
Dari keajaiban Al-Qur’an, menghafal dan melupakannya sangatlah mudah. Agar dia
tidak tersisihkan oleh yang lainnya, maka jadikanlah ia kesibukan utamamu, dan
temanmu selamanya, dan penghiburmu di siang dan malam hari.
Di zaman yang telah banyak sekali
tempat hiburan, dan semua hal yang berubah dengan cepat, dan fitnah dengan
segala bentuknya, maka kau harus berjuang dengan keras untuk selalu berada
bersama para penghafal Al-Qur’an. Ketika kau membaca Al-Qur’an, carilah dirimu
setiap kali engkau selesai membaca setiap satu ayat, kau akan mendapatkan
sesuatu yang memberikanmu petunjuk, menolong dan meliputimu, kau akan menemukan
obat yang menyembuhkanmu, dan kebahagiaan yang memecahkan kegelisahanmu. Betapa
banyak air mata yang dihapus oleh Al-Qur’an, betapa banyak luka yang diobati
oleh Al-Qur’an, dan betapa banyak ruh yang ditenteramkan oleh Al-Qur’an, betapa
banyak penghafal Al-Qur’an yang berada di kenikmatan yang agung, yang tidak
dapat dirasakan oleh selain mereka.
Ketika kau merasa berat menghafal
satu surat dari Al-Qur’an maka ulangilah membacanya dan rasakanlah berapa
banyak pahala yang engkau dapatkan dari bacaanmu. Kau akan mendapatkan dirimu
mempunyai tekad dan ketetapan hati yang kuat. Selama kita bersama Al-Qur’an,
maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kita. Jangan sampai maksiat
menjauhkanmu dari Al-Qur’an, karena sesungguhnya demi Allah Yang Maha Besar,
tidak akan pernah berpisah antara Al-Qur’an dan penghafalnya.
Siapapun yang datang kepada Al-Qur’an
dengan segala yang dipunyai, maka Al-Qur’an pasti mendatanginya. Al-Qur’an
sangatlah mulia, tidak diberikan kepada siapa saja yang mencarinya dengan lesu
dan malas, raihlah ia dengan sekuat tenaga!!
Wahai engkau yang telah dikaruniakan
oleh Allah dan diberikan kenikmatan dengan dijadikannya dadamu menjadi tempat
dititipkan nya Al-Qur’an. Perbaikilah hafalanmu, jagalah amanah ini. Maka sudah
sepatutnya untuk setiap pembawa Al-Qur’an ini untuk tidak mengisinya kecuali
dengan kebaikan.
Jangan sampai rasa bangga dengan
keberhasilan hafalan melalaikanmu dari mengulangnya. Jangan putus asa sehingga
menjadikanmu berkata, "Aku tidak mampu melancarkannya". Kesempatan
berada di depanmu, dan kehidupan ini bersinar dengan indah. Hanya kokohkanlah
pijakanmu. Dan lanjutkan dengan caramu. Kau pasti menemukan kemudahan.
Salah satu dari ulama salaf bertanya
kepada muridnya, "Apakah kamu menghafal Al-Qur’an?
Murid: "Tidak."
Guru: "Seorang mukmin yang tidak
menghafal Al-Qur’an! Dengan apakah ia merasakan kenikmatan? Dengan apakah ia
bersenandung? Dan dengan apakah ia bermunajat kepada Pencipta Nya?”
Apabila engkau merasakan beratnya
menyempurnakan wirid Al-Qur’anmu, maka ketahuilah bahwa terdapat dosa yang
menetap di hatimu, maka bersihkanlah!
Utsman RA., berkata : "Apabila
hati kita telah bersih, maka kita tidak akan pernah bosan dengan Al-Qur’an.”
Jangan sampai engkau tersandung
dengan banyaknya rintangan di jalan yang sedang kau lalui saat ini. Sebab sudah
seharusnya rintangan itu hadir. Dan sudah seharusnya kesabaran selalu menemani.
Bahkan dengan terus bersabar dan berjuang.

0 Comments